Sabtu, 04 Mei 2013

saat-saat seperti ini

jika ada seseorang yang sangat kamu cinta, pasti itu aku. ya sayang, maafkan aku yang terlalu percaya diri. kamu berkali-kali memprotes tentang hal ini, tapi aku benar kan?
 aku menyadari bahwa kamu memang sebuah anugerah Tuhan, ketika aku benar-benar jatuh, terhempas dan hilang arah, kamu ada disisiku, membantu berdiri atau sekedar memastikan aku baik-baik saja. ya, mungkin aku lupa menuliskan,tentang kamu yang juga masih ada disana, ketika aku berbahagia dengan sosok lain, padahal mungkin saat itu aku melupakanmu. Dan, aku akan kembali mencarimu, ketika aku kembali patah hati. selalu begitu. 
sekarang tidak ada sosok lain, sayang. entah logika atau suara hati, aku takut kehilanganmu. siapa lagi yang benar-benar ingin melihatku bahagia kecuali kamu? aku memilihmu,
ya, dari sini kesalahan dimulai, aku sekarang menyadari, bahwa aku salah langkah. 

Aku benci saat-saat seperti ini, aku benci menyadari bahwa aku mungkin sekedar takut kehilanganmu, aku dengan senyum tipis membangun 'kita' berbulan-bulan lalu, dengan keserakahan.ya sayang, aku tidak benar-benar mencitaimu, maaf..
Aku benci saat-saat seperti ini. Hari dimana,aku tidak lagi penasaran dengan isi smsmu, hari dimana aku begitu rasional tentang sebuah hubungan, aku menjadi benci ketika kamu terlalu berusaha ingin bertemu denganku, aku benci dengan diriku yang mulai malas membalas smsmu, aku benci dengan diriku yang mulai mencari-cari alasan, untuk tidak menghubungimu. aku benci saat-saat seperti ini sayang...
Aku benci saat-saat seperti ini, ketika aku harus mendengar omelanmu karena aku tidak memberimu kabar, aku tahu kamu khawatir, atau mungkin kamu ingin lebih diperhatikanku ya? aku benci harus meminta maaf setiap hari, karena kesalahanku yang tak pernah aku perbaiki.

Jika aku bisa memutar waktu, aku akan menampar diriku sendiri berbulan-bulan lalu, harus ada yang menyadarkanku waktu itu, bahwa aku membiarkan otakku terlalu bebal dengan keserakahan, perasaan takut kehilangan yang kukira itu sebuah cinta. telinga yang tertutup untuk mendengar suara hati, kemenangan logika atas perasaan yang disahkan secara mengerikan, 
sayang.. aku tidak tahu harus bagaimana. benar-benar tidak tahu :(


Bukanhero

Tidak ada komentar:

Posting Komentar